Festival Kuliner Legendaris SUMABA Hadirkan Suasana Bandoeng Tempo Doeloe

Sindojabar, Bandung – Ragam kuliner legendaris Bandung kini dihimpun dalam satu gelaran untuk memperluas pilihan wisata kuliner bagi masyarakat dan wisatawan.

Festival Kuliner Bandung (FKB) Vol. 3 yang berlangsung di Summarecon Mall Bandung (SUMMABA) pada 25 Agustus hingga 27 September 2026 menghadirkan 88 tenant kuliner dan enam food truck.

Mengusung tema “Bandung Tempo Doeloe”, festival tersebut tidak hanya menawarkan makanan dan minuman khas Kota Bandung, tetapi juga membawa suasana kota pada masa lalu melalui dekorasi, wahana, serta rangkaian hiburan.

Baca Lagi Bumi Sadayana: Warung Sunda dengan Konsep Berbagi

Sejumlah kuliner yang selama ini dikenal sebagai ikon Bandung turut hadir dalam FKB Vol. 3. Di antaranya Warung Nasi Ampera, Perkedel Bondon, Kupat Tahu Gempol, Mie Kocok Kebon Jukut H. Endan, Surabi Cihapit, Awug Metro, Cendol Elizabeth, Es Campur Pak Oyen Legend Bandung, Cuankie Sambal Bejo 89, Batagor H. Isan, dan Baso Ciwang Mang Ono.

Kehadiran kuliner tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pilihan makanan khas Bandung dalam satu lokasi. Sebab, sejumlah kuliner legendaris memiliki waktu operasional tertentu atau dikenal dengan antrean yang cukup panjang di lokasi asalnya.

Center Director Summarecon Mall Bandung, Juni Hadi Hasan, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk memberikan alternatif bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mencicipi beragam kuliner Bandung dalam satu kunjungan.

“Festival Kuliner Bandung hadir menjawab kebutuhan masyarakat yang ingin menikmati wisata kuliner Bandung dalam satu destinasi,” ujarnya, Jumat (28/8/2026)

Menurut dia, pengalaman tersebut dilengkapi dengan permainan khas pasar malam, pertunjukan hiburan, dan dekorasi tematik yang mengangkat karakter Kota Bandung.

Salah satu pelaku usaha yang ikut dalam FKB Vol. 3 adalah Kupat Tahu Gempol. Kuliner tradisional Sunda yang sehari-hari berjualan di kawasan Jalan Gempol, Bandung, tersebut memanfaatkan momentum festival untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas.

Owner Kupat Tahu Gempol, Nandang Munandar, mengatakan keikutsertaan dalam festival bermula dari undangan Summarecon Mall Bandung. Menurutnya, kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pengunjung.

“Pertama kali ikut event ini. Kami juga untuk kegiatan ini hitung-hitung promosi,” kata Nandang.

Selama berjualan di FKB, Nandang menyebut respons konsumen cukup baik. Rata-rata penjualan mencapai sekitar 40 porsi per hari, dengan tingkat keramaian lebih tinggi pada malam hari dibandingkan siang.

“Ramai pembelinya malam, kalau siang tidak begitu ramai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu karakter pembeda Kupat Tahu Gempol terletak pada racikan bumbu serta penggunaan kerupuk kemplang berwarna merah muda yang menjadi ciri khas produknya.

“Kerupuk kemplang salah satu ciri khas Kupat Tahu Gempol,” katanya.

Biasanya, kupat tahu identik dengan menu sarapan. Namun, melalui festival tersebut, makanan tradisional itu dapat dinikmati pengunjung hingga malam hari.
Nandang juga menyebut produknya dapat dibawa sebagai oleh-oleh bagi wisatawan luar Bandung dengan memisahkan bumbu dari bahan utama agar lebih tahan dalam perjalanan.

“Kupat tahunya dibedakan dengan bumbu dipisah sehingga bisa kuat selama satu hari,” ungkapnya.

Untuk satu porsi, Kupat Tahu Gempol dijual dengan harga Rp25 ribu. Nandang berharap kegiatan serupa dapat terus memberikan ruang bagi pelaku usaha kuliner lokal untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas pasar.

Bawa Suasana Bandung Tempo Doeloe

Selain kuliner, FKB Vol. 3 menghadirkan konsep visual yang mengangkat sejumlah ikon Kota Bandung. Panggung utama dirancang menyerupai Gedung Merdeka, sedangkan gerbang masuk festival mengadaptasi bentuk Gedung Sate.

Sejumlah ruas jalan yang identik dengan Bandung juga direpresentasikan melalui dekorasi festival, antara lain Jalan Cihapit, Cibadak, Braga, Asia Afrika, dan Cihampelas. Area tersebut dilengkapi sejumlah ornamen khas, termasuk figur superhero dan replika Tugu Maung.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai wahana dalam konsep Karnaval Tempo Doeloe, seperti Tagada, Kereta Mini, Istana Balon, Bianglala, Kora Kora, Carousel, dan Ombak Banyu.
Dari sisi hiburan, sejumlah agenda telah disiapkan sepanjang penyelenggaraan festival. Rizky Febian dijadwalkan tampil pada 25 Agustus 2026, sedangkan Perunggu akan tampil pada 10 September 2026.

Agenda lainnya mencakup pertunjukan seni Sunda, Wayang Bobodoran by Bathara Sena, pertunjukan kembang api, Festival Balon Wonosobo, Ankoku Sowa Festival, hingga atraksi Barongsai Tonggak by Liong Qing.

Festival juga akan menggelar 50th Anniversary Tribute Nike Ardilla pada 5 September 2026. Agenda tersebut dijadwalkan menghadirkan lebih dari 50 artis untuk mengenang karya-karya penyanyi legendaris asal Bandung tersebut.

Sementara itu, FKB Vol. 3 beroperasi setiap hari dengan waktu yang berbeda. Senin hingga Kamis festival buka pukul 15.00–22.00 WIB, Jumat dan Sabtu pukul 11.00–23.00 WIB, sedangkan Minggu dan hari libur nasional pukul 11.00–22.00 WIB.
Khusus Minggu, 6 September 2026, seluruh tenant akan beroperasi lebih awal mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.

Sementara dari sisi akses, lokasi festival dapat dijangkau melalui Exit Tol Gedebage KM 149. Pengunjung dari luar Bandung juga dapat menggunakan Kereta Cepat Whoosh dan memanfaatkan fasilitas shuttle dari Stasiun Whoosh menuju Summarecon Mall Bandung.

Rangkaian tersebut menjadikan FKB Vol. 3 tidak hanya sebagai agenda kuliner, tetapi juga bagian dari aktivitas wisata yang menggabungkan makanan khas, hiburan, dan rekreasi dalam satu lokasi.