Film Harusnya Horror, Debut Reza Arap Tayang 20 Agustus 2026

Sindojabar, BANDUNG – Film Harusnya Horror menghadirkan pengalaman komedi-horor yang tidak hanya mengandalkan cerita absurd dan humor, tetapi juga membawa penonton menyelami arti persahabatan, pengkhianatan, pengorbanan, hingga kehilangan.

Film debut penyutradaraan Reza “Arap” Oktovian ini bahkan mampu menguras emosi penonton melalui bagian akhirnya.

Ess Jay Pictures memproduksi Harusnya Horror dengan pendekatan yang memadukan komedi, horor, dan satire terhadap kehidupan content creator. Film ini menyoroti fenomena creator economy yang mendorong para kreator mengejar konten viral demi mendapatkan perhatian dan cuan.

Cerita film mengikuti perjalanan persahabatan yang menghadirkan berbagai konflik. Para karakter saling membantu, menghadapi pengkhianatan, belajar memaafkan, dan melakukan pengorbanan. Rangkaian konflik tersebut membuat Harusnya Horror memiliki sisi emosional yang kuat di balik kemasan komedi-horornya.

Baca Lagi Seriale Indonesia 2026 Dorong Industri Film Nasional Mendunia

Film ini juga menghadirkan makna khusus bagi Reza Oktovian dan seluruh member AAAClan karena menjadi persembahan terakhir almarhumah Lula Lahfah. Kehadiran Lula selama proses produksi meninggalkan kenangan mendalam bagi para pemain dan kru.

“Setiap detiknya bersama Lula harusnya indah, kami berdua benar-benar menghargai setiap waktu bareng. Semua kru dan pemeran di film ini juga merasakan betapa besarnya dukungan dan kehadirannya selama produksi. Film Harusnya Horror menjadi memori terindah kami,” ujar Reza Oktovian di Bandung, Minggu (16/8/2026)

Reza mengatakan film tersebut tidak sekadar menghadirkan kelucuan dan cerita absurd. Ia ingin penonton memahami arti persahabatan dan pengorbanan serta menyadari pentingnya menghargai orang-orang terdekat sebelum terlambat.

“Meski kemasannya komedi-horor dengan cerita yang absurd, tetapi saya ingin menyajikan tentang arti persahabatan, pengorbanan, dan pentingnya menghargai orang terdekat sebelum terlambat,” kata Reza.

Harusnya Horror sekaligus menjadi debut akting layar lebar bagi seluruh member AAAClan. Mereka terdiri atas George Tierson (Jot), Yukatheo Glen Widjaja (Yuka), Garry Andriawan Ang (Garry), Teguh Prakoso (Tepe), Aldy Renaldy (Aloy), Ariyanto (Ibot), Niko Junius (Niko), dan Bravyson (Vicong).

Film ini turut menghadirkan Reynavenzka, Ronny P. Tjandra, Heroe Soewarno, dan Malka Rafasya. Yoshua Marcellos atau Cellos juga tampil secara spesial dalam film tersebut.

George Tierson yang memerankan Kevin mengapresiasi pendekatan Reza dalam mengarahkan para pemain. Menurut George, Reza memberi ruang bagi para aktor untuk mengeksplorasi karakter melalui proses pengembangan dan pendampingan acting coach.

“Sebagai sutradara, Reza memberikan treatment yang berbeda untuk kami. Dia memberikan kebebasan kreatif ke kami sebagai aktor untuk bisa mengeksplorasi karakter. Dibantu dengan acting coach dan proses development bersama, kami jadi bisa menampilkan sisi di luar Marapthon dan menjadi karakter baru yang belum pernah terlihat sebelumnya,” ujar George.

Sementara itu, produser Sridhar Jetty menyebut Harusnya Horror membawa isu yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat ini. Film tersebut menggunakan komedi sebagai medium untuk menyampaikan satire terhadap budaya menjadikan berbagai hal sebagai konten.

“Meski genrenya komedi-horor, tetapi film ini punya makna yang relevan, tentang situasi creator economy, saat semuanya dijadikan konten, film ini ingin memberikan refleksi dan satir dalam bentuk komedi. Semoga penonton juga terhibur dan bisa merasakan kedekatan emosional yang dibangun dari ceritanya,” ujar Sridhar.

Ess Jay Pictures menunjuk Sridhar Jetty sebagai produser, Jimmy L. Lalwani sebagai ko-produser, serta David S Suwarto sebagai produser eksekutif.
Antusiasme penonton juga mulai terlihat melalui penjualan tiket Advance Ticket Sales (ATS). Penjualan tiket tersebut ludes di sejumlah kota, antara lain Jakarta, Depok, Bekasi, Bali, Banjarmasin, Batam, Bogor, Jambi, Lampung, Palembang, Pekanbaru, Makassar, Samarinda, dan Pontianak.

Antusiasme tersebut tidak hanya datang dari penggemar Marapthon dan AAAClan. Penonton film Indonesia secara umum juga berpeluang menemukan sisi emosional melalui cerita tentang persahabatan, kehilangan, pengkhianatan, memaafkan, dan pengorbanan.

Harusnya Horror akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. Penonton dapat mengikuti perkembangan film melalui Instagram @harusnyathemovie dan @essjay.pictures.