SINDOJABAR.COM – CEO Martasandy Group, Billy Martasandy, menghadiri konferensi internasional bertajuk International Community Service Collaboration: “Global Collaboration for Sustainable Development From Research To Community Impact” yang digelar di Universiti Kuala Lumpur (UniKL), Malaysia, pada Selasa, 23 Desember 2025.
Konferensi ini mempertemukan akademisi, peneliti, praktisi, dan pelaku industri dari berbagai negara untuk membahas kolaborasi global dalam mendorong pembangunan berkelanjutan berbasis riset dan dampak nyata bagi masyarakat.
Dalam forum tersebut, perspektif psikologi menjadi salah satu pendekatan penting dalam menjembatani penelitian ilmiah dengan implementasi di tingkat komunitas.
Billy Martasandy menilai pembangunan berkelanjutan tidak dapat dilepaskan dari dimensi psikologis manusia dan masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program sosial dan pembangunan sangat ditentukan oleh kesiapan mental, pola perilaku, serta kapasitas individu dan komunitas dalam menerima dan menjalankan perubahan.
“Pembangunan sering kali hanya dilihat dari sisi fisik dan ekonomi. Padahal, faktor psikologis seperti kesehatan mental, resiliensi, dan perilaku sosial menentukan apakah sebuah program benar-benar berdampak dan bertahan dalam jangka panjang,” ujar Billy Martasandy.
BACA JUGA: PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat Gandeng SMAN 1 Pusakanagara Luncurkan 1.900 Rekening Tabungan Emas
Billy juga menekankan pentingnya psikologi terapan dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Ia menyebut pendekatan psikologis berperan dalam membangun ketahanan mental masyarakat, memperkuat kepemimpinan lokal, serta meningkatkan partisipasi komunitas dalam berbagai program pengabdian dan pembangunan.
“Ketika masyarakat merasa dilibatkan, dipahami secara psikologis, dan memiliki kapasitas mental yang kuat, maka hasil dari kolaborasi riset dan pengabdian masyarakat akan jauh lebih efektif dan berkelanjutan,” jelasnya.
Billy juga menilai forum internasional seperti yang digelar UniKL menjadi ruang strategis untuk memperluas kolaborasi lintas disiplin, termasuk antara psikolog, akademisi, dan sektor industri. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mengembangkan model intervensi psikologi berbasis riset yang dapat langsung diterapkan di berbagai konteks sosial dan budaya.
Melalui partisipasinya dalam konferensi ini, Billy berharap dapat memperkuat jejaring internasional PT Martasandy Psychology Indonesia, sekaligus membuka peluang kerja sama dalam pengembangan riset psikologi terapan, program kesehatan mental berbasis komunitas, serta pengabdian masyarakat lintas negara.
Konferensi internasional di Universiti Kuala Lumpur ini diharapkan mampu menghasilkan gagasan dan praktik terbaik yang menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, sekaligus mendorong kolaborasi global yang berorientasi pada kesejahteraan psikologis dan keberlanjutan jangka panjang.***








