SindoJabar, BANDUNG – Pemkot Bandung menargetkan seluruh 30 kecamatan memiliki titik inkubasi bisnis untuk memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program yang digagas Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) itu mulai dijalankan di lima kecamatan sebagai tahap awal.
Baca Juga:Ratnawati Dorong UMKM Jabar Naik Kelas, Perkuat Ekonomi Kerakyatan
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, program inkubasi bisnis tersebut bertujuan memperluas akses pembinaan bagi pelaku UMKM di setiap wilayah. Melalui program ini, para pelaku usaha akan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan produk sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis.
“Tujuan utamanya adalah menghidupkan seluruh titik inkubasi bisnis di 30 kecamatan. Saat ini kita mulai di lima kecamatan sebagai tahap awal, kemudian secara bertahap akan dikembangkan hingga menjangkau 30 kecamatan,” kata Farhan di Grandia Hotel Kota Bandung Kamis (5/11/2026).
Menurutnya, program inkubasi tidak hanya berfokus pada pengembangan produk, tetapi juga mempersiapkan pelaku UMKM agar memiliki kapasitas dan kelayakan untuk mengakses pembiayaan perbankan.
Baca Juga:Ratnawati Dorong UMKM Jabar Naik Kelas, Perkuat Fondasi Ekonomi Daerah
Selain itu, Pemkot Bandung berupaya mempermudah proses perizinan guna mendukung pengembangan usaha.
Farhan berharap, pendampingan tersebut mampu mendorong pelaku UMKM menjadi pengusaha yang memiliki kelayakan untuk mengakses kredit perbankan. Dengan begitu, mereka tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga memiliki peluang untuk meningkatkan skala usahanya.
“Program inkubasi ini nantinya akan membantu para pelaku KUKM di setiap kecamatan agar memiliki akses terhadap pengembangan produk dan peningkatan kapasitas usaha. Harapannya, mereka bisa menjadi pengusaha yang layak mendapatkan kredit dari perbankan. Perizinan juga akan dipermudah,” katanya.
Selain pembinaan, Pemkot Bandung juga mendorong perluasan akses permodalan bagi pelaku UMKM melalui sejumlah produk pembiayaan perbankan, di antaranya dari Bank BJB dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). Salah satu fasilitas yang dapat dimanfaatkan adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga:Perkuat Ekonomi Daerah, Ratnawati Dorong UMKM Jabar Naik Kelas
Farhan menyebut, salah satu skema KUR menyediakan plafon pinjaman hingga Rp100 juta tanpa agunan. Namun, calon debitur tetap harus memenuhi persyaratan, termasuk kejelasan alamat tempat tinggal maupun lokasi usaha.
“Dengan masuk ke dalam program KUR, bunganya sebesar 6 persen. Itu merupakan bunga hasil kebijakan pemerintah. Dengan bunga 6 persen, seharusnya tidak terlalu memberatkan,” ungkapnya.
Meski akses permodalan semakin terbuka, Farhan mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada kemudahan memperoleh pinjaman. Peningkatan kapasitas bisnis dan kemampuan mengelola usaha tetap menjadi hal penting agar pembiayaan yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara produktif.
Berdasarkan data Pemkot Bandung, saat ini terdapat 12.414 UMKM yang telah terdata dan berstatus aktif. Jumlah tersebut menjadi potensi yang perlu terus diperkuat melalui pembinaan, pendampingan, dan perluasan akses permodalan.
Farhan berharap, program inkubasi bisnis dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Kota Bandung. Program tersebut juga mendapat dukungan dari Komisi II DPRD Kota Bandung.
Baca Juga;Hari UMKM Nasional, Ratnawati Ajak UMKM Terus Berinovasi dan Berkembang
“Tetapi, jangan hanya merasa senang atau puas sampai di situ. Kita juga harus mendorong peningkatan kapasitas bisnis para pelaku usaha,” pungkasnya. (*YM)






