Musim Sulit Diprediksi, DPRD Jabar Pastikan Dana BTT Rp327,8 Miliar Siaga untuk Kekeringan

Sindojabar.com – DPRD Jawa Barat memastikan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) siap digunakan untuk menangani kekeringan di Jawa Barat saat pergeseran musim hujan dan kemarau.

Dalam APBD Jawa Barat Tahun 2026, alokasi Belanja Tidak Terduga mencapai Rp327,8 miliar, Pemprov Jabar sebelumnya menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) di seluruh wilayah mulai 1 Juli hingga 30 September 2026.

Baca Juga:BMKG Prediksi Sebagian Besar Wilayah Jabar Alami Musim Kemarau Lebih Kering

“Cuaca sekarang sudah sulit diprediksi. Kapan musim hujan, kapan musim kemarau sudah tidak jelas. Dampak El Nino juga membuat potensi kekeringan menjadi lebih panjang,” kata Wakil Ketua DPRD Jabar, Iswara di Gedung DPRD Jabar, Kamis (2/6/2026).

“Belanja tidak terduga di APBD 2026 Rp327,8 miliar. Tapi sejauh ini so far masih cukup leluasa lah,” tandas Iswara.

Iswara pun mendukung langkah Gubernur Jawa Barat yang telah menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) dan surat edaran mengenai siaga bencana kekeringan sebagai upaya mengantisipasi dampak musim kemarau dan anomali cuaca.

Menurutnya, kondisi cuaca saat ini semakin sulit diprediksi akibat perubahan iklim dan fenomena El Nino. Pergeseran musim hujan dan kemarau membuat pemerintah perlu mengambil langkah antisipatif sejak dini agar dampak kekeringan dapat diminimalkan.

Baca Juga:Musim Kemarau, Warga Bandung Diimbau Hemat Air

“Saya pikir wajar Gubernur membuat keputusan itu untuk mengantisipasi kekeringan di beberapa daerah,” ujar Wakil Ketua DPRD Jabar.

Ia menilai kebijakan tersebut merupakan langkah positif yang patut didukung karena dapat mempercepat kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Ini hal yang sangat positif dan kami mendukung agar dampak kekeringan akibat El Nino maupun anomali cuaca bisa diantisipasi lebih awal. Dampak perubahan iklim yang berpengaruh terhadap perubahan cuaca memang harus diantisipasi sejak awal,” katanya.

Menurutnya, langkah tersebut juga penting untuk melindungi masyarakat yang aktivitas ekonominya sangat bergantung pada kondisi cuaca, terutama sektor pertanian.

Baca Juga:DPRD Jabar Nilai Rencana Penebusan Ijazah Siswa Sekolah Swasta Sulit Direalisasikan

“Saya mendukung Pak Gubernur membuat Kepgub tersebut agar masyarakat yang bergerak di bidang pertanian maupun sektor lain yang mengandalkan cuaca tidak terganggu,” ucapnya. (*)