Saeful Bachri Dorong Warga Manfaatkan Peluang Ekonomi dari Program MBG

sindojabar.com – Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Demokrat, Saeful Bachri menekankan pentingnya penguatan ekonomi masyarakat melalui partisipasi aktif warga dalam memanfaatkan peluang usaha yang muncul dari program unggulan Presiden Prabowo, yaitu Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program ini dinilai memiliki efek ekonomi berantai karena menggerakkan operasional Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di setiap desa.

Baca Juga:Keracunan Tinggi, DPRD Jabar Dorong Pengelolaan MBG Mandiri di Sekolah dan Pesantren

Dengan kapasitas produksi yang besar—rata-rata sekitar 3.000 porsi per dapur setiap hari—kebutuhan bahan baku seperti beras, ikan, daging, telur, bumbu dapur, hingga buah-buahan harus dipenuhi secara konsisten.

Menurut Saeful Bachri, kebutuhan bahan baku yang sangat besar ini seharusnya dapat menjadi peluang usaha bagi masyarakat lokal agar mereka dapat turut merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Hal itu disampaikannya saat memberikan pemaparan terkait Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Tahun Anggaran 2025 di Graha Macan, Kantor Demokrat Kabupaten Bandung, Jl. Puradinata 89 Baleendah, Senin (17/11/2025).

Baca Juga:DPRD Jabar Prihatin Keracunan MBG Kembali Terjadi

Saeful Bachri, yang juga menjabat sebagai Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bandung, menyoroti bahwa laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sedang berada dalam kondisi kurang menggembirakan.

Pertumbuhan ekonomi tahun 2024 hanya mencapai 4,95%, sementara pada tahun 2025 diperkirakan naik tipis menjadi 5,25%. Kenaikan yang hanya 0,3% ini dinilai tidak signifikan, terlebih dengan nilai APBD Jawa Barat Tahun 2025 yang mencapai Rp 31 triliun, namun justru mengalami penurunan pada APBD 2026 menjadi sekitar Rp 26 triliun akibat berbagai pemangkasan.

“Sebagai anggota legislatif provinsi, sudah menjadi tugas saya untuk memberikan gambaran dan masukan kepada pemerintah. Pengawasan adalah salah satu fungsi utama DPRD, termasuk dalam memberikan analisis dan rekomendasi kebijakan,” ujar anggota Komisi II DPRD Jabar yang membidangi sektor perekonomian tersebut.

Baca Juga:Vanya Barlian: Kisah Manis Gelato Turki, Dari Cuci Piring Hingga KUR Tanpa Agunan bank bjb

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi suatu daerah umumnya dipengaruhi oleh empat faktor produksi, yaitu:

Sumber Daya Alam (SDA): Ketersediaan serta pengelolaan kekayaan alam seperti tanah, mineral, dan energi sebagai komponen penting produksi.

Baca Juga:Saeful Bachri Tekankan Pentingnya Pendidikan Demokrasi bagi Pemilih Pemula

Sumber Daya Manusia (SDM): Kualitas dan jumlah tenaga kerja, termasuk aspek pendidikan dan kesehatan, yang menentukan tingkat produktivitas. Modal: Ketersediaan barang modal seperti mesin, peralatan, dan infrastruktur yang menunjang proses produksi. Teknologi dan Kewirausahaan: Tingkat teknologi serta kemampuan inovasi yang dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing suatu daerah.

Saeful Bachri juga memaparkan penyebab pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang relatif stagnan di tahun 2025. Menurutnya, banyak investor yang memindahkan kegiatan usahanya ke luar Jawa Barat. Perusahaan-perusahaan padat karya cenderung melakukan ekspansi ke daerah dengan upah tenaga kerja yang lebih rendah dibandingkan Jawa Barat.

Baca Juga:Saeful Bachri Dorong Penguatan Industri Kreatif Lewat Ekraft Desain Festival

Kondisi ini berimbas pada penutupan pabrik, meningkatnya angka PHK, serta menurunnya pendapatan masyarakat. Akibatnya, daya beli masyarakat pun ikut melemah. (Abd)