SindoJabar, CIREBON – Sebanyak 100 anak di Kelurahan Kalijaga, Kota Cirebon diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (20/10/2026).
Saat ini, anak-anak yang mengalami gejala keracunan itu mendapatkan perawatan medis di lima rumah sakit. Kondisi sebagian korban dilaporkan mulai membaik.
Sementara, pemerintah menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga yang memasok makanan tersebut, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Wali Kota Cirebon Effendi Edo mengatakan, keselamatan dan penanganan medis anak-anak menjadi prioritas Pemkot Cirebon.
“Kami segera bergerak menangani dugaan keracunan yang di alami 100 anak di Kalijaga untuk memastikan keselamatan mereka,” kata Wali Kota Cirebon.
Effendi Edo menyatakan, jumlah korban sementara sekitar 100 orang. Namun, Pemkot Cirebon masih menunggu pendataan lanjutan untuk memastikan jumlah keseluruhan anak yang mengalami keracunan.
Anak-anak yang mengalami keracunan berasal dari SD Kalijaga Permai, SD Taman Kalijaga Permai, TK Teratai, dan satu Posyandu.
Mereka menjelani perawatan di Rumah Sakit Siloam Putera Bahagia, RSD Gunung Jati, RS Ciremai, RS Cahaya Bunda, dan RS Sumber Kasih.
Badan Gizi Nasional (BGN) akan menanggung biaya pengobatan anak-anak yang terdampak.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon Yulian Septa Pratama, mengatakan, gejala awal yang di alami anak-anak ini mual dan pusing. “Saat ini seluruh pasien sudah mendapatkan perawatan,” kata Yulian.
SPPG Kalijaga Tutup Sementara
Yulian mengapresiasi respons Pemkot Cirebon, Forkopimda Cirebon, dan rumah sakit dalam menangani para korban.
Sebagai tindak lanjut, ujar Yulian, KPPG Cirebon menghentikan sementara operasional SPPG di Kelurahan Kalijaga yang memasok makanan dalam kasus tersebut.
Penghentian berlaku sampai batas waktu yang belum di tentukan. “Per malam ini SPPG di Kalijaga tersebut sudah kami suspend sampai batas waktu yang belum di tentukan,” ujar Yulian.
Namun Yulian belum bisa memastikan penyebab dugaan keracunan tersebut. Petugas masih memeriksa sampel makanan di laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan.
Hasil pemeriksaan sampel di laboratorium di harapkan dapat menjadi dasar penanganan dan evaluasi lebih lanjut terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah tersebut.
Yulian menuturkan, jumlah korban masih bersifat sementara. KPPG Cirebon akan memperbarui data jumlah korban setelah proses pendataan selesai.
Informasi menyebutkan, SPPG Kalijaga melayani sekitar 2.500 penerima manfaat program MBG di beberapa sekolah dan posyandu.






