2 Kelompok Tawuran di Jalan Banda Bandung, Sejumlah Remaja Luka-luka

SindoJabar, BANDUNG – Dua kelompok remaja terlibat tawuran di Jalan Banda, Kecamatan Bandung Wetan, tak jauh dari Gedung Sate, pada Sabtu (19/9/2026) sekitar 17.30 WIB. Akibat kejadian itu, sejumlah remaja yang terlibat tawuran, mengalami luka-luka.

Informasi menyebutkan, dua kelompok remaja yang terlibat tawuran itu Warci dan Lavendos. Kronologi kejadian berawal saat kelompok Warci yang hendak melakukan sesi foto di salah satu studio foto Jalan Banda.

Tak lama kemudian datang kelompok Lavendos di lokasi kejadian. Entah apa pemicu dan motifnya, tawuran pun terjadi. Kedua kelompok itu saling serang.

Dalam video yang beredar di media sosial (medsos) terlihat selain adu jotos dengan tangan kosong, beberapa pelaku saling melemparkan batu dan benda keras lainnya.

Ada juga yang dengan sengaja menabrakan motornya ke kelompok lawan. Akibat bentrokan itu, beberapa orang dari dua kelompok, luka-luka.

Kanitreskrim Polsek Bandung Wetan Iptu Mulyadi mengatakan, benar telah terjadi keributan dua kelompok di Jalan Banda. Petugas Unit Reskrim telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan beberapa remaja yang terlibat tawuran.

“Hasil penyelidikan sementara Unit Reskrim Polsek Bandung Wetan, benar telah terjadi keributan atau saling melakukan penyerangan antara kelompok Lavendos dengan Warci,” kata Kanitreskrim, Rabu (23/9/2026).

Berujung Pembinaan

Ipda Mulyadi menyatakan, dugaan sementara, tawuran terjadi akibat perselisihan sebelum sesi foto berlangsung.

Setelah kelompok Warci melakukan sesi foto, kelompok Lavendos tiba-tiba melakukan penyerangan.

“Keributan berawal dari perselisihan sebelum melakukan sesi poto poto. Kelompok Lavendos menantang sparing terhadap kelompok Warci,” ujar Ipda Mulyadi.

Di lokasi, tutur Kanitreskrim, polisi mengamankan sejumlah barang bukti dan rekaman CCTV. Polisi juga telah meminta keterangan beberapa saksi yang melihat langsung kejadian tersebut.

“Kami mengamankan beberapa remaja pria yang diduga terlibat dalam perkelahian tersebut. Mereka telah diberikan pembinaan agar tidak melakukan tindakan serupa di kemudian hari,” tutur Kanitreskrim.