Sindojabar, Bandung – Perjuangan perempuan menghadapi ketidakadilan menjadi salah satu pesan yang diangkat dalam film Empat Musim Pertiwi.
Karya terbaru penulis sekaligus sutradara Kamila Andini ini mengajak penonton melihat bagaimana kerentanan dan kekuatan dapat berjalan beriringan dalam kehidupan seorang perempuan.
Film yang dibintangi Putri Marino sebagai Pertiwi tersebut kini tayang di bioskop Indonesia. Sebelumnya, Empat Musim Pertiwi mendapat sambutan meriah saat diputar di Busan International Film Festival (BIFF) 2026, Korea Selatan.
Respons positif juga datang dari sejumlah sineas dan aktor Indonesia yang telah menyaksikan film tersebut. Mereka menyoroti kedalaman cerita yang membahas pengalaman perempuan dari berbagai perspektif, termasuk perjuangan menghadapi ketidakadilan dan menemukan kekuatan di tengah keterbatasan.
Bagi Putri Marino, memerankan Pertiwi menjadi pengalaman yang memberinya banyak pelajaran mengenai arti kekuatan perempuan. Menurut dia, kekuatan tidak selalu berarti mampu menghadapi segala persoalan seorang diri, tetapi juga tumbuh melalui hubungan dengan orang-orang di sekitarnya.
“Melihat betapa kuatnya Pertiwi dan juga rapuhnya Pertiwi, tapi dia juga bisa menjadi kekuatan untuk orang-orang di sekitarnya. Dan orang-orang di sekitarnya yang juga rapuh, yang juga mengalami ketidakadilan, bisa menjadi kekuatan juga untuk Pertiwi. Aku belajar banyak hal tentang kekuatan dari film ini,” ujar Putri Marino di Bandung, Minggu (11/10/2026).
BACA JUGA: Film Harusnya Horror, Debut Reza Arap Tayang 20 Agustus 2026
Pengalaman Pertiwi memperlihatkan bahwa seseorang yang mengalami kerentanan tetap memiliki kemampuan untuk memberi arti bagi kehidupan orang lain. Hubungan antarkarakter dalam film ini pun menjadi salah satu unsur yang memperkaya pesan cerita.
Mendapat Apresiasi di Festival Film Internasional
Apresiasi terhadap Empat Musim Pertiwi tidak hanya datang dari penonton. Putri Marino juga meraih penghargaan Face of Asia Awards dari majalah gaya hidup Marie Claire Korea Selatan dalam rangkaian penyelenggaraan BIFF 2026.
Putri selanjutnya masuk nominasi Best Performance di Singapore International Film Festival (SGIFF) 2026. Pencapaian tersebut menambah perhatian terhadap penampilannya sebagai Pertiwi dalam film yang mengangkat pengalaman dan pergulatan perempuan.
Aktor Reza Rahadian turut memberikan tanggapan positif setelah menyaksikan film tersebut. Dia menilai Empat Musim Pertiwi memiliki banyak lapisan cerita yang membuka beragam perspektif mengenai kehidupan perempuan.
“Film yang indah dan kuat. Film ini berbicara banyak tentang kekuatan perempuan dari berbagai macam lapisan, perspektif seorang ibu, perspektif seseorang yang mungkin dianggap orang yang aneh atau bahkan mereka yang tidak diterima di masyarakat, tapi ternyata punya arti yang sangat dalam bagi kehidupan Pertiwi secara khusus,” ujar Reza Rahadian.
Pandangan tersebut menunjukkan bahwa cerita film ini tidak hanya berpusat pada perjalanan tokoh utama. Kehadiran karakter-karakter lain turut memberikan pemahaman mengenai penerimaan sosial, pengalaman hidup, serta arti seseorang bagi lingkungan di sekitarnya.
Aktor muda El Putra Sarira juga menyampaikan kekagumannya terhadap karya Kamila Andini tersebut. Dia menyebut film ini sebagai mahakarya yang memiliki keindahan tersendiri.
“Mahakarya yang luar biasa indah,” ujar El Putra Sarira.
Sementara itu, Rachel Amanda menyoroti bagaimana perempuan kerap menghadapi situasi yang membuat keberanian dan kemampuan mereka seolah dikecilkan. Menurut dia, salah satu hal menarik dari karakter Pertiwi adalah kemampuannya menemukan kekuatan melalui keahlian yang dimiliki.
Sebagai perempuan, Rachel mengaku merasakan kemarahan ketika melihat perempuan begitu mudah diremehkan meskipun telah berusaha bersikap berani.
Baginya, Pertiwi menunjukkan bahwa seseorang tidak harus terus berada dalam posisi tidak berdaya ketika menghadapi ketidakadilan. Karakter tersebut memiliki kemampuan lain yang dapat menjadi sumber kekuatan untuk menentukan arah hidupnya.
Pandangan Rachel memperkuat salah satu gagasan yang dihadirkan film ini, yakni bahwa perempuan memiliki potensi yang tidak selalu terlihat dari situasi yang sedang mereka hadapi.
Kolaborasi Enam Negara
Empat Musim Pertiwi ditulis dan disutradarai oleh Kamila Andini, dengan Ifa Isfansyah sebagai produser. Film ini merupakan hasil kerja sama produksi enam negara, yakni Indonesia, Prancis, Belanda, Norwegia, Arab Saudi, dan Polandia.
Produksinya turut melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Miles Films, Jagartha, Trinity Optima, Imajinari, Team Up, Julie Estelle, dan Navvaros. Film ini juga mendapat dukungan sponsor dari Oriflame.
Melalui perjalanan Pertiwi, film tersebut menghadirkan cerita tentang perempuan, ketidakadilan, kerentanan, dan kekuatan yang tumbuh melalui hubungan antarmanusia.
Setelah mendapat sambutan di Busan dan perhatian dari sejumlah pelaku industri film, Empat Musim Pertiwi kini dapat disaksikan oleh penonton di bioskop Indonesia.






