sindojabar.com – Inisiatif Zakat Indonesia (IZI) bersama Forum Zakat (FOZ) menggandeng BPJS Ketenagakerjaan dan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dalam meluncurkan program perdana jaminan sosial ketenagakerjaan bagi 1.000 penerima manfaat. Program ini resmi diluncurkan di Ruang Serbaguna Kemnaker RI, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.
Dalam acara ini hadir Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, Ph.D., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, M.Ag., Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, Ketua Umum FOZ sekaligus Direktur Utama IZI, Wildhan Dewayana, S.T., M.Si., serta Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan Zakat IZI, Aan Suherlan, S.Sos.I. Hadir pula Ketua Bidang Dakwah dan Ukhuwah MUI Pusat, K.H. Muhammad Cholil Nafis, Lc., S.Ag., M.A., Ph.D.
Perlindungan bagi Pekerja Informal
Baca Juga: Ancaman Lesunya Ekonomi Pariwisata, Pekerja Geruduk Gedung Sate Tuntut Keadilan
Dalam sambutannya, Wildhan Dewayana menekankan bahwa jutaan pekerja di sektor informal kerap bekerja keras tanpa perlindungan jaminan sosial.
“Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang setiap hari menggerakkan roda ekonomi. Namun, risiko kecelakaan kerja, penyakit, hingga kematian menjadi bayang-bayang yang menghantui. Program ini hadir sebagai proteksi keluarga mustahik agar mereka memiliki jaring pengaman sosial,” ungkap Wildhan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, menyambut baik inisiatif ini dan mendorong agar terus berkembang.
Baca Juga: Bentuk Kepedulian, Pegadaian Serahkan Ambulans ke Yayasan Asy-Syafiiyah
“Program ini menjadi contoh nyata peran lembaga filantropi dalam mendukung jaminan sosial. Kami berharap kolaborasi ini dapat mempercepat peningkatan kepesertaan jaminan sosial di Indonesia,” ujar Yassierli.
Penandatanganan Kerja Sama dan Talkshow
Peluncuran program ini juga ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara LAZNAS IZI dan BPJS Ketenagakerjaan, yang disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan.
Selain itu, acara ini juga mengelar talkshow yang menghadirkan perwakilan IZI, BPJS Ketenagakerjaan, serta penerima manfaat yang berbagi pengalaman mengenai pentingnya perlindungan sosial.
Baca Juga: Pegadaian Jabar Dorong Kolaborasi Bank Sampah di Bandung
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Eko Nugriyanto, memberikan apresiasi kepada IZI sebagai pelopor kolaborasi zakat untuk jaminan sosial.
“IZI menunjukkan bahwa lembaga zakat bisa bermitra strategis dengan negara. Harapannya, langkah ini bisa menginspirasi lembaga zakat lain untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi mustahik di seluruh Indonesia,” jelas Eko.
Harapan ke Depan
Baca Juga: Jadwal dan Lokasi Layanan SIM Keliling Bandung dan Cimahi Hari Ini
Melalui program ini, IZI berharap mustahik yang bekerja di sektor informal dapat lebih terlindungi dari risiko kecelakaan kerja dan penyakit.
Perlindungan sosial ini berharap menjadi jalan menuju kemandirian, sehingga para penerima manfaat nantinya mampu melanjutkan kepesertaan jaminan sosial secara mandiri.
IZI menegaskan bahwa inisiatif ini adalah wujud nyata zakat produktif yang tidak hanya membantu sesaat, tetapi juga membangun keberlanjutan dan kemandirian mustahik di masa depan. (dsp)






