sindojabar.com – Di balik kesejukan udara dan romantisme Kota Bandung, terselip kisah-kisah kelam yang terus hidup dalam bisik waktu.
Kota yang kerap orang juluki Paris van Java ini tak hanya memikat melalui panorama alam dan ragam kuliner, tetapi juga menyimpan jejak misteri yang membuat bulu kuduk berdiri.
Salah satu cerita yang paling sering orang bicarakan ialah kisah sebuah bangunan tua di Jalan Banda, Kecamatan Citarum, yang masyarakat kenal sebagai Rumah Kentang.
Baca Juga: Denda PBB Dihapus, Warga Bandung Diminta Segera Manfaatkan Kebijakan Ini
Rumah bergaya Eropa klasik itu berdiri kokoh sejak era kolonial Belanda. Dinding tebal, jendela-jendela tinggi, serta halaman luasnya menyimpan kesan megah sekaligus dingin.
Dahulu, pejabat tinggi Belanda menghuni rumah tersebut sebelum kepemilikannya berpindah setelah Indonesia merdeka.
Pada dekade 1980-an, sebuah keluarga kecil menempatinya. Namun, ketenangan rumah itu konon berakhir setelah sebuah tragedi memilukan terjadi di area dapur seorang anak kecil meninggal secara tidak wajar.
Baca Juga: Rayakan Ulang Tahun ke-80 Provinsi, IWP Jabar dan Rumah Zakat Ajak Masyarakat Tebar Kebaikan
Sejak saat itulah, rumah tersebut mulai diselimuti kisah-kisah ganjil. Warga sekitar dan orang-orang yang pernah melintas di dekatnya mengaku mendengar tangisan lirih seorang anak di kala malam semakin sunyi.
Ada pula yang mengaku melihat bayangan kecil berlari di halaman, atau sosok anak dengan tatapan kosong mengintip dari balik jendela tua.
Namun, orang-orang paling sering menceritakan pengalaman munculnya aroma kentang rebus yang menyengat, datang tiba-tiba tanpa sumber yang jelas. Aroma inilah yang akhirnya melekatkan nama Rumah Kentang pada bangunan tersebut.
Baca Juga: Lewat AHY Run 2025, AHY Sebar Semangat Hidup Sehat dan Positif
Misteri Antara Cerita dan Energi Masa Lalu
Apakah semua itu hanya cerita turun-temurun yang imajinasi membungkusnya, atau jejak energi masa lalu yang belum menemukan kedamaian?
Hingga kini, Rumah Kentang tetap berdiri dalam diam, seolah menjadi saksi bisu tragedi yang tak pernah benar-benar pergi.
Bagi sebagian orang, ia hanyalah bangunan tua. Namun bagi yang percaya, rumah itu menyimpan cerita yang masih terus bernafas di antara legenda dan kenyataan. (dsp)



