Bulog Genjot Distribusi Beras SPHP ke Koperasi Merah Putih, Stok Capai 4,556 Juta Ton

SindoJabar, BANDUNG – Perum Bulog menyiapkan tambahan kuota beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak satu juta ton untuk memperkuat pasokan dan menjaga stabilitas harga beras di masyarakat. Beras SPHP juga disalurkan melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) dengan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Bulog berkomitmen memenuhi kebutuhan beras SPHP bagi KDMP di seluruh Indonesia. Upaya tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program prioritas pemerintah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap beras dengan harga terjangkau.

Baca Juga:DKPP Bandung Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi Dari Pasar

“Berapapun pesanan dari Agrinas Pangan, akan kami penuhi dan salurkan,” kata Ahmad Rizal saat mengunjungi KDMP Babakan Ciparay, Kota Bandung, Sabtu (24/10/2026).

Menurutnya, pemerintah telah menyetujui tambahan kuota beras SPHP sebanyak satu juta ton untuk periode September 2026 hingga Maret 2027. Penambahan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pasokan sekaligus mengantisipasi kebutuhan beras di masyarakat.

Saat ini, Bulog menguasai stok beras medium sekitar 4,556 juta ton. Ketersediaan tersebut menjadi salah satu penopang untuk memenuhi kebutuhan distribusi, termasuk permintaan beras SPHP melalui KDMP.

Baca Juga:KPK Harus Buktikan Siapa Penerima Akhir Amplop Kode 1 dalam Perkara Blue Ray Cargo

Ahmad Rizal mengungkapkan, penyaluran beras SPHP kepada KDMP secara nasional berjalan lancar. Hingga Jumat 23 Oktober 2026, Bulog telah menyalurkan beras ke 1.118 titik dari total 1.355 KDMP yang mengajukan pemesanan atau sekitar 82,51 persen.

Di Jawa Timur, penyaluran telah menjangkau 534 dari 574 KDMP atau 93,03 persen. Sementara itu, di Jawa Tengah, beras telah disalurkan ke 371 dari 411 KDMP.

Adapun di Daerah Istimewa Yogyakarta, penyaluran mencapai 144 dari 169 KDMP. Di Jawa Barat, beras SPHP telah menjangkau 129 dari 147 KDMP, sedangkan di wilayah DKI Jakarta dan Banten tercatat 14 dari 19 KDMP.

Penyaluran juga berlangsung di luar Pulau Jawa. Di Lampung, beras SPHP telah disalurkan ke 15 dari 20 KDMP atau 75 persen. Sementara di Sumatera Selatan, distribusi menjangkau 11 dari 15 KDMP atau 73,33 persen.

Baca Juga:Data Penerima Bansos Berubah? Desil Kini Bisa Diperbarui Lewat DTSEN

Bulog masih memproses penyaluran ke sekitar 200 titik yang belum menerima pasokan. Perusahaan menargetkan seluruh permintaan tersebut dapat dipenuhi pada awal pekan berikutnya, yakni Senin atau Selasa.

Dalam kunjungannya ke Kota Bandung, Ahmad Rizal memeriksa kesiapan operasional KDMP Babakan Ciparay, termasuk ketersediaan beras SPHP yang disalurkan Bulog.

Ia menyebut, KDMP yang telah beroperasi di Kota Bandung saat ini baru satu, yakni KDMP Babakan Ciparay. Berdasarkan hasil pemeriksaan, koperasi tersebut telah menerima pasokan beras SPHP sebanyak 500 kilogram sejak 21 Oktober 2026.

Pasokan itu disalurkan berdasarkan pesanan atau purchase order (PO) dari Agrinas Pangan kepada Bulog.

“Alhamdulillah, siang ini kami sempatkan memeriksa kesiapan KDMP, khususnya dukungan Bulog dalam menyiapkan beras SPHP di seluruh KDMP di Tanah Air. Kebetulan ada kegiatan di Bandung, jadi sebelum kembali ke Jakarta, kami mampir mengecek ketersediaan beras SPHP di KDMP Babakan Ciparay,” katanya.

Baca Juga:Hj. Ratnawati Gelar Citra Bakti di Indramayu, Salurkan Beras Sekaligus Jalin Kebersamaan

Ahmad Rizal menjelaskan, beras SPHP dijual dengan harga Rp58.000 per kemasan lima kilogram. Bulog juga memastikan beras yang disalurkan memiliki kualitas baik, bersih, higienis, utuh, dan bebas hama.

Ke depan, kemasan beras SPHP akan diperbarui menggunakan nama Beras Kita Medium SPHP.

Selain menjadi saluran distribusi beras SPHP, Ahmad Rizal menilai KDMP berpotensi berkembang menjadi pusat perekonomian baru, terutama jika lokasinya berada di dekat pasar tradisional.

Menurutnya, koperasi dapat membantu memperluas distribusi barang kebutuhan masyarakat, termasuk barang bersubsidi. Dengan demikian, koperasi tidak hanya melayani konsumen, tetapi juga berpeluang mendukung aktivitas perdagangan di lingkungan sekitarnya.

Selain beras, KDMP diharapkan dapat menyediakan kebutuhan lain, seperti gas elpiji bersubsidi, pupuk, dan berbagai barang kebutuhan pokok.

Ia menilai lokasi KDMP Babakan Ciparay cukup strategis karena berada di tepi jalan utama dan bersebelahan langsung dengan pasar. Akses masuk pasar yang berada di sisi koperasi juga dinilai dapat meningkatkan peluang masyarakat untuk berbelanja.

Baca Juga:Mardiono Serap Aspirasi Petani, Alsintan dan Perlindungan Sawah Jadi Sorotan

Fasilitas koperasi yang bersih dan nyaman, dilengkapi pendingin ruangan, turut menjadi modal untuk menarik pengunjung. Keberadaan unit simpan pinjam juga dinilai dapat mendukung kegiatan usaha masyarakat di sekitar pasar.

“Menurut saya, penempatan ini sangat ideal. Potensinya besar, tinggal ditingkatkan promosinya agar semakin dikenal dan dimanfaatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap, penyaluran beras SPHP melalui KDMP dapat berjalan berkelanjutan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh beras dengan harga terjangkau.

Dukungan stok dan tambahan kuota SPHP juga diharapkan memperkuat distribusi serta menjaga stabilitas harga beras di berbagai daerah. (*YM)