SindoJabar, BANDUNG – Menteri Pertahanan Republik Indonesia (Menhan RI), Sjafrie Sjamsoeddin, meninjau langsung kapabilitas teknologi dan fasilitas produksi elektronika pertahanan milik PT Len Industri (Persero) di Bandung, Selasa (27/10/2026). Kunjungan ini menjadi momentum krusial dalam memperkuat kesiapan industri dalam negeri guna mendukung modernisasi serta kemandirian alutsista nasional.
Dalam peninjauannya, Menhan melihat secara dekat fasilitas produksi elektronika pertahanan, termasuk perangkat alat komunikasi yang digarap secara end-to-end. Proses ini mencakup perancangan, produksi, integrasi, hingga pengujian fungsi dan penjaminan mutu produk secara ketat.
Sjafrie menegaskan, industri pertahanan dalam negeri harus terus diperkuat agar semakin mandiri, menguasai teknologi mutakhir, dan mampu memenuhi kebutuhan pertahanan nasional secara berkelanjutan.
Selain alat komunikasi taktis dan optronik, kunjungan tersebut menyoroti potensi integrasi teknologi radar serta pesawat tanpa awak (drone) untuk mendukung pemantauan operasional yang lebih menyeluruh. Integrasi ini mengusung pendekatan interoperability—kemampuan sistem dan perangkat yang berbeda untuk saling terhubung, bertukar data, dan bekerja secara terpadu demi efektivitas operasi pertahanan.
Menanggapi kunjungan tersebut, Direktur Utama PT Len Industri (Persero), Prof. Joga Dharma Setiawan, Ph.D., menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat kapabilitas elektronika pertahanan dan ekosistem industri nasional.
“PT Len Industri terus memperkuat perannya sebagai integrator sistem elektronika pertahanan melalui pengembangan kapabilitas teknologi, penguatan ekosistem industri nasional, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berkomitmen untuk menghadirkan solusi teknologi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, meningkatkan kandungan dan kemampuan industri dalam negeri, serta memperkuat kemandirian pertahanan Indonesia,” ujar Joga.
Sebagai holding industri pertahanan DEFEND ID, Len terus memacu riset, peningkatan fasilitas pengujian, serta mempererat sinergi bersama Kemenhan, TNI, perguruan tinggi, dan mitra industri nasional untuk meningkatkan daya saing serta penguasaan teknologi pertahanan Indonesia.*






