Wisuda 3.724 Lulusan, Unjani Bekali Mahasiswa Hadapi Persaingan Dunia Kerja

SindoJabar, CIMAHI – Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mewisuda 3.724 lulusan pada Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung di Kampus Unjani, Cimahi, 27-29 Oktober 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.128 wisudawan mengikuti langsung prosesi wisuda yang terbagi dalam lima sesi selama tiga hari.

Sidang Senat Terbuka Unjani kali ini mengusung tema Smart Military Leadership: Berintegritas, Adaptif dan Visioner. Para lulusan berasal dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Ahli Madya, Sarjana, Sarjana Terapan, Magister hingga Profesi.

Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada seluruh lulusan yang berhasil menuntaskan pendidikan akademik. Dia mengingatkan, keberhasilan kuliah tidak semata-mata diukur dari indeks prestasi kumulatif (IPK), tetapi juga dari pengalaman, jejaring, dan nilai kehidupan yang diperoleh selama berada di kampus.

“IPK itu hanyalah sebuah angka, namun kampus Unjani adalah soal pengalaman yang didapatkan, memori yang diciptakan, jejaring yang dibentuk, dan kebersamaan yang dilahirkan. Jadilah orang berilmu yang mengilmukan orang lain, cerdas yang mencerdaskan, serta sukses yang menyukseskan orang lain agar menjadi pribadi yang bermanfaat,” ujar Agus, Selasa (27/10/2026).

Di tengah tingginya persaingan dunia kerja, termasuk persoalan pengangguran dari kalangan sarjana, Unjani membekali mahasiswa dengan sejumlah kompetensi agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Baca Juga: Bank bjb Salurkan Beasiswa S2 untuk Lulusan Terbaik Universitas Ekuitas Indonesia

Agus menjelaskan, penguasaan teknologi informasi menjadi salah satu kemampuan penting yang harus dimiliki mahasiswa dari berbagai program studi. Terlebih, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dan teknologi digital terus mengubah kebutuhan dunia kerja.

“Sekarang kan zamannya artificial intelligence, digital, dan sebagainya. Maka, kita bekali mahasiswa apa pun prodinya, mereka harus tahu tentang kemampuan IT agar bisa adaptif terhadap perubahan,” ungkapnya.

Selain kemampuan digital, Unjani juga memperkuat penguasaan bahasa asing, terutama bahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya. Menurut Agus, keterampilan berbahasa menjadi salah satu modal penting bagi lulusan untuk bersaing di dunia kerja.

“Yang kedua, kita juga bekali mereka dengan kemampuan bahasa. Bahasa Inggris, bahasa asing, dan sebagainya. Pokoknya bahasa-bahasa internasional yang diakui oleh PBB. Karena sekarang kemampuan bahasa itu juga sangat menentukan di dunia kerja, dibutuhkan,” katanya.

Unjani juga memberikan pembinaan mental dan karakter untuk membentuk lulusan yang disiplin, ulet, jujur, serta memiliki keterampilan nonteknis atau soft skill. Bekal tersebut dinilai penting agar lulusan mampu bekerja secara profesional sekaligus cepat beradaptasi dengan lingkungan kerja.

“Disiplin, loyal, dan santun itu adalah bagian yang harus dimiliki oleh setiap lulusan agar supaya lulusan itu kemudian cepat bekerja dan beradaptasi,” tuturnya.

Baca Juga: Unjani Perkuat Daya Saing Lulusan, Kantongi Lisensi LSP Mandiri dari BNSP

Unjani Dorong Lulusan Jadi Wirausaha

Selain mempersiapkan mahasiswa memasuki dunia kerja, Unjani mendorong mereka membangun usaha secara mandiri. Salah satu upaya tersebut dijalankan melalui Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unjani yang menggelar pelatihan kewirausahaan, termasuk penggunaan simulator bisnis untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam merintis usaha.

Agus menilai, lulusan perguruan tinggi tidak harus selalu bergantung pada ketersediaan lowongan pekerjaan. Mereka juga perlu memiliki keberanian dan kemampuan menciptakan lapangan kerja sendiri.

“Kalau mereka misalnya tidak berada di dunia kerja, dunia usaha, dunia industri, dan sebagainya, mereka menciptakan pekerjaan sendiri,” ujarnya.

Menurutnya, peluang mengembangkan usaha semakin terbuka melalui berbagai program pengembangan perusahaan rintisan atau startup serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Karena itu, Unjani ingin menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar lulusan mampu melihat peluang sekaligus mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

“Sekarang ini dengan berbagai program startup yang dibiayai oleh lembaga negara dan sebagainya, UMKM, dan sebagainya. Kita ingin mereka didorong untuk memiliki jiwa-jiwa entrepreneurship,” katanya.

Baca Juga: Kisah Haru Tiga Guru Maluku, Lawan Sulit Sinyal hingga Biaya demi Gelar Sarjana

Agus berharap, perpaduan kompetensi digital, kemampuan bahasa, pembinaan karakter, pelatihan kerja, kewirausahaan, dan pengalaman magang mampu meningkatkan kesiapan lulusan menghadapi kebutuhan dunia kerja.

“Kita berharap lulusan yang hari ini kita wisuda sampai dengan hari Kamis nanti, pertama mereka cepat mendapatkan pekerjaan. Ada juga dari 3.700 sekian itu yang memang sudah bekerja, gitu ya. Khususnya yang S2, termasuk juga ada yang S1, ada program RPL, dan sebagainya,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pengalaman magang dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk memperoleh pekerjaan. Melalui kegiatan tersebut, perusahaan berkesempatan mengenal kemampuan, etos kerja, dan karakter mahasiswa sebelum mereka menyelesaikan pendidikan.

“Bahkan banyak kemarin pada testimoni ke kita, mereka-mereka ini malah sudah dihubungi setelah lulus, ‘tolong kerja di tempat kami, melamar’ dan sebagainya. Itu adalah modal yang sangat kuat bagi kita,” katanya.

Baca Juga: Ketua Komisi I DPRD Jabar Raih Gelar Doktor, Dorong Transformasi Digital Pemerintah

YKEP Tekankan Integritas dan Karakter Kejuangan

Sementara itu, Ketua Pengurus Yayasan Kartika Eka Paksi (YKEP), Mayjen TNI (Purn.) M. Reza Utama, menegaskan bahwa wisuda menjadi titik peralihan penting bagi lulusan untuk memasuki dunia pengabdian, profesionalisme, dan kepemimpinan di tengah masyarakat.

Menurut Reza, gelar akademik bukan sekadar simbol keberhasilan intelektual. Gelar tersebut juga membawa amanah moral dan tanggung jawab sosial yang harus diwujudkan melalui sikap serta tindakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai badan penyelenggara pendidikan, YKEP berkomitmen mendukung tata kelola perguruan tinggi yang profesional, transparan, dan akuntabel. Yayasan juga mendorong pengembangan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan dunia kerja agar lulusan memiliki kompetensi yang relevan.

Reza berpesan agar para lulusan tidak berkecil hati menghadapi persaingan kerja. Dia mendorong alumni Unjani membuktikan kemampuan melalui dedikasi, keberanian mengambil keputusan, dan integritas dalam menjalankan profesi masing-masing.

“Buktikan bahwa wisudawan Unjani adalah sarjana andal, berdedikasi, berani mengambil risiko yang cermat dan terukur, serta siap bekerja cerdas, tuntas, dan berintegritas,” ungkapnya.

Baca Juga: UNJANI Tutup Misi Pengabdian Internasional di Malaysia, PMI Dibekali Edukasi Hak Asuransi dan Pendampingan Hukum

Unjani Umumkan Lulusan Terbaik

Dalam Wisuda Periode II Tahun 2026, Unjani juga memberikan penghargaan kepada sejumlah lulusan berprestasi dari berbagai jenjang pendidikan.

Zahrah Ayesha Rukandi Putri dari Program Studi Administrasi Rumah Sakit meraih predikat lulusan terbaik Sarjana Kelompok Eksakta dengan IPK 3,96. Sementara itu, Yosep dari Program Studi Ilmu Hukum menjadi lulusan terbaik Sarjana Kelompok Sosial dengan IPK 3,84.

Pada jenjang magister, Lina Nuryani dari Program Studi Magister Penuaan Kulit dan Estetika meraih predikat lulusan terbaik Kelompok Eksakta dengan IPK 3,97.

Adapun predikat lulusan terbaik Magister Kelompok Sosial diraih Dendi Nurul Fadilah dari Program Studi Magister Manajemen dengan IPK 3,98.

Melalui rangkaian wisuda ini, Unjani berharap para lulusan tidak hanya membawa bekal akademik, tetapi juga memiliki kompetensi, karakter, dan jiwa kewirausahaan untuk menghadapi tantangan sekaligus memanfaatkan peluang di dunia kerja. (*)