Sindojabar.com – Memasuki periode tahun ajaran baru, aktivitas keuangan masyarakat di Jawa Barat mengalami pergeseran unik. PT Pegadaian (Persero) Kantor Wilayah X Jawa Barat mencatat adanya lonjakan transaksi gadai hingga 50 persen dibanding hari biasa akibat tingginya kebutuhan biaya pendidikan sekolah.
Mayoritas masyarakat memilih menggadaikan perhiasan emas mereka, di samping barang elektronik dan kendaraan bermotor. Namun, di tengah fenomena tersebut, Pegadaian justru memberikan solusi alternatif bagi warga yang ingin mengamankan aset atau berinvestasi murah lewat Bazar Emas Lelang.
Bertempat di Kantor Wilayah Pegadaian Bandung, Jalan Pungkur, Kota Bandung, bazar ini digelar dari 29 Juni hingga 4 Juli 2026.
Baca Juga: Pegadaian Dukung Masyarakat Lewat Program Gadai Bebas Bunga, Solusi Keuangan Mudah dan Ringan
“Masyarakat selain nasabah juga bisa membeli barang-barang lelang yang ada di Pegadaian. Acaranya berlangsung sampai hari Sabtu. Siapa pun boleh datang,” kata Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil X Jawa Barat, Eko Supriyanto, Selasa (30/6/2026).
Didampingi Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan, Anggi Andriani Puji Lestari, Eko menjelaskan bahwa emas yang dipamerkan merupakan barang jaminan jatuh tempo yang tidak ditebus. Keunggulannya, harga emas mengikuti harga pasar namun bebas dari ongkos pembuatan perhiasan, sehingga jauh lebih murah dari toko konvensional.
Tak hanya itu, Pegadaian memberikan kemudahan lewat sistem uang muka dan cicilan. “Misalnya harga emas Rp5 juta, pembeli cukup bayar Rp1 juta sebagai uang muka. Sisanya bisa dicicil melalui fasilitas gadai,” tambah Eko.
Baca Juga: Gadai Sertifikat Rumah di Pegadaian, Ini Syarat dan Prosedurnya
Bazar yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB ini berhasil menarik antusiasme tinggi masyarakat Bandung. Sejak hari pertama penyelenggaraan, lokasi bazar dipadati pengunjung yang berburu emas dengan harga terjangkau.
Tingginya animo tersebut menjadi bukti bahwa minat masyarakat Jawa Barat untuk berinvestasi emas tetap kuat, meski di tengah meningkatnya kebutuhan musiman, khususnya menjelang tahun ajaran baru. (dsp)






