Jelang Musim Hujan, 3 Kawasan di Bandung Ini Jadi Perhatian Pemkot

SindoJabar, BANDUNG – Pemkot Bandung mewaspadai sejumlah titik rawan banjir menjelang musim hujan, terutama di kawasan Sukajadi, Setiabudi, dan Kopo.

Selain mengoptimalkan pembersihan drainase, Pemkot menyiapkan penanganan jangka panjang untuk mengatasi banjir di Bandung Timur dengan kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp800 miliar selama tiga tahun.

Baca Juga:Atasi Banjir, Pemkot Bandung Ajukan Anggaran Rp800 Miliar

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, pembersihan saluran drainase menjadi salah satu langkah antisipasi banjir yang dilakukan bersamaan dengan penertiban bangunan liar (bangli). Sebagian besar pekerjaan tersebut telah rampung, meski sejumlah titik masih berpotensi mengalami luapan air.

Di kawasan Sukajadi dan Setiabudi, derasnya aliran air dari wilayah yang lebih tinggi membuat kapasitas drainase kewalahan. Kondisi tersebut diperparah oleh sampah yang tersangkut di saluran dan terbawa keluar saat debit air meningkat.

“Ada dua titik, satu itu daerah Sukajadi, Setiabudi, karena memang aliran-aliran sangat deras dari atas itu membuat drainase kelebihan muatan, sehingga ada beberapa sampah yang menyangkut di situ terbawa keluar,” kata Farhan,Kamis (29/10/2026).

Baca Juga:Tedy Rusmawan Soroti Banjir Tahunan di Bandung Raya, Desak Penanganan Jadi Prioritas

Selain kedua kawasan tersebut, Pemkot Bandung menyoroti potensi banjir di Kopo, terutama di sekitar perbatasan dengan Kabupaten Bandung, termasuk kawasan Cibaduyut di bawah jalan tol.

Menurutnya, penanganan banjir di kawasan perbatasan membutuhkan koordinasi lintas daerah karena aliran air tidak terbatas pada wilayah administratif satu pemerintah daerah. Pemerintah Provinsi Jawa Barat perlu mengoordinasikan upaya bersama Pemkot Bandung, Pemerintah Kabupaten Bandung, dan Pemerintah Kota Cimahi.

“Penanganan banjir dari Ciwastra ke arah barat sampai Cimindi, itu memang harus melibatkan koordinasi yang dilakukan oleh pemerintah provinsi terhadap Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kota Cimahi,” katanya.

Farhan menegaskan, koordinasi tersebut diperlukan agar penanganan banjir tidak berhenti pada solusi sementara, tetapi dapat menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

Baca Juga:Polisi Bongkar Pabrik Tramadol Ilegal di Kopo, Farhan: Dampaknya Sampai Anak SMP

Di sisi lain, Pemkot Bandung menyiapkan rencana penanganan permanen banjir di Bandung Timur, mulai dari Ciwastra ke arah timur hingga Cinambo. Rencana teknis atau engineering plan telah disusun dan kini dikomunikasikan dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) serta Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Farhan menyebut, kebutuhan anggaran untuk merealisasikan rencana tersebut diperkirakan mencapai Rp800 miliar selama tiga tahun ke depan. Ia berharap dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat pelaksanaan program penanganan banjir tersebut.

“Insya Allah kita sudah punya engineering plan nya dan sedang kita komunikasikan dengan Bappenas, dengan Kementerian PU agar kami bisa mendapatkan bantuan anggaran untuk pelaksanaannya, karena diperkirakan dananya itu sampai Rp800 miliar selama tiga tahun ke depan,” ungkapnya.

Untuk mendorong realisasi rencana tersebut, Pemkot Bandung telah mengundang Wakil Menteri PU untuk meninjau lokasi penanganan. Komunikasi dengan Bappenas juga terus berjalan, bersamaan dengan penantian penyesuaian regulasi mengenai transfer keuangan daerah yang diharapkan dapat mendukung pembiayaan penanganan banjir di Bandung Timur.

Baca Juga:Viral Kakek Lawan Penjahat Bersenjata Pistol Airsoft Gun di Sukajadi Bandung

“Kami sudah mengundang Wakil Menteri PU untuk melakukan peninjauan. Itu nomor satu, kedua, diskusi dengan Bappenas juga berjalan terus dan pada saat bersamaan kami pun menantikan berbagai macam penyesuaian regulasi tentang transfer keuangan daerah yang kita harapkan dapat membantu penanganan masalah banjir di Bandung Timur itu,” pungkasnya. (*YM)