SindoJabar, BANDUNG – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan memastikan rencana penataan Lapangan Teuku Umar tetap berlanjut meski mendapat sorotan dari sejumlah warga dan komunitas.
Pemkot Bandung membuka peluang perubahan desain, termasuk penyesuaian luas area skatepark, berdasarkan hasil musyawarah warga.
Baca Juga:Lapangan Bola Teuku Umar Bakal Ditata Jadi Skatepark, Warga Angkat Suara
Farhan menegaskan, bahwa penataan Lapangan Teuku Umar bukan untuk kepentingan pemerintah, apalagi dijadikan kantor wali kota. Kawasan tersebut disiapkan sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan warga dan berbagai komunitas.
Karena itu, pihaknya pun menyerahkan pembahasan mengenai kebutuhan fasilitas di kawasan tersebut kepada warga dan komunitas agar tercapai kesepakatan bersama.
“Bagaimanapun juga, Teuku Umar itu saya betul-betul serahkan kepada warga dan seluruh komunitas untuk berkomunikasi secara intens. Kita ini hanya membangunkan. Enggak mungkin itu jadi kantornya wali kota. Itu untuk warga dan komunitas,” kata Farhan, Rabu (4/11/2026).
Baca Juga:Wali Kota Bandung Buka Suara soal Polemik Skatepark Teuku Umar, Bantah Isu Penggusuran
Menurutnya, hasil musyawarah tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh jajaran lurah, camat, dan dinas terkait untuk diwujudkan dalam penataan lapangan.
Farhan juga memastikan proyek penataan Lapangan Teuku Umar tidak dibatalkan. Terlebih, proses tender proyek tersebut telah menghasilkan pemenang sehingga rencana pembangunan tetap berlanjut.
“Enggak, enggak ada (pembatalan). Enggak mungkin dibatalkan. Sudah ada pemenang tendernya. Tapi masih bisa diubah beberapa desainnya,” ujarnya.
Farhan menjelaskan, perubahan masih dimungkinkan pada proporsi penggunaan lahan, termasuk luas area skatepark yang menjadi salah satu sorotan.
Baca Juga:Warga Tolak Revitalisasi Taman Fitnes Teuku Umar, Minta Lapangan Bola Dipertahankan
Jika sebelumnya area skatepark dirancang dengan porsi lebih besar, ukurannya masih memungkinkan untuk diperkecil sesuai hasil kesepakatan warga dan komunitas.
“Proporsinya. Yang tadinya proporsi besarnya untuk skatepark, nanti skatepark-nya diperkecil atau bagaimana, itu mah kesepakatan warga saja,” jelasnya.
Farhan menegaskan, Pemkot Bandung tidak akan terlalu jauh mencampuri detail desain karena fasilitas tersebut diperuntukkan bagi masyarakat. Pemerintah hanya akan memfasilitasi komunikasi dan membantu merealisasikan hasil kesepakatan.
Pihaknya pun mempersilakan warga yang menginginkan keberadaan lapangan sepak bola maupun fasilitas lainnya untuk membahas kebutuhan tersebut melalui musyawarah.
Baca Juga:Stikom Bandung dan Lapas Perempuan Tandatangan Kerjasama Pengabdian Masyarakat
“Kalau wali kota masuk terlalu detail, nanti kesannya otoriter. Itu untuk kepentingan warga. Silakan warga berkompromi dengan komunitas. Kalau warga dan komunitas sudah sepakat, musyawarah mufakatnya bulat, kita akan bantu mewujudkannya. Kita mah memfasilitasi saja,” pungkasnya.(*YM)






