AMD Perkuat Inovasi Ryzen AI, Hadirkan Performa Komputasi dan Produktivitas Lebih Optimal

SindoJabar, BANDUNG – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mengubah cara masyarakat menggunakan perangkat komputer. Tidak lagi sekadar menunjang pekerjaan, teknologi AI kini menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas, kreativitas, hiburan, hingga aktivitas sehari-hari.

Melihat perkembangan tersebut, AMD terus memperkuat inovasi melalui prosesor AMD Ryzen™ AI Series dan Ryzen™ AI Max Series yang mengintegrasikan kemampuan CPU, GPU, serta Neural Processing Unit (NPU).

Inovasi tersebut diperkenalkan dalam kegiatan media briefing AMD di Bandung, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini sekaligus memberikan edukasi mengenai implementasi teknologi AI pada perangkat PC mobile serta pemanfaatan berbagai fitur untuk meningkatkan produktivitas pengguna.

Armawati Cen, Consumer Business Development Manager AMD Indonesia, mengatakan masa depan perangkat PC tidak hanya ditentukan oleh kehadiran teknologi AI, tetapi juga sejauh mana teknologi tersebut memberikan manfaat nyata dalam aktivitas sehari-hari.

“Menurut kami, masa depan PC bukan hanya tentang menghadirkan teknologi AI, tetapi bagaimana teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat dalam aktivitas sehari-hari. Pengguna membutuhkan perangkat yang tidak hanya cepat, tetapi juga mampu mendukung mereka bekerja lebih produktif, berkreasi, belajar, dan menikmati hiburan dengan lebih optimal,” ujar Armawati.

Ia menjelaskan, melalui AMD Ryzen AI, perusahaan menghadirkan kombinasi kekuatan CPU, GPU, dan NPU yang memungkinkan pengalaman komputasi serta AI semakin berkembang, baik melalui pemrosesan lokal di perangkat maupun cloud.

“Kami percaya bahwa inovasi ini akan membuka lebih banyak kemungkinan bagi pengguna untuk memanfaatkan PC bukan sekadar sebagai perangkat kerja, tetapi sebagai bagian penting dari aktivitas dan kreativitas mereka sehari-hari,” tambahnya.

Sementara itu, Donnie Brahmandhika, Consumer Product Marketing Manager AMD Indonesia, menjelaskan bahwa pengembangan prosesor Ryzen AI juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengguna yang semakin beragam.

Menurutnya, integrasi teknologi AI dalam prosesor memungkinkan perangkat menjalankan berbagai pekerjaan secara lebih optimal, mulai dari produktivitas, pembuatan konten, kolaborasi video, hingga hiburan dan gaming.

“Melalui AMD Ryzen AI, kami ingin menghadirkan pengalaman komputasi yang semakin cerdas dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Integrasi CPU, GPU, dan NPU memungkinkan berbagai pekerjaan berbasis AI dijalankan secara lebih optimal, sehingga pengguna dapat bekerja, berkreasi, dan menikmati hiburan dengan dukungan teknologi yang lebih efisien,” ungkap Donnie.

Ryzen AI 400 Series Tawarkan Komputasi AI hingga 60 TOPS

Salah satu inovasi yang diperkenalkan AMD adalah prosesor Ryzen™ AI 400 Series yang dirancang untuk mendukung perangkat PC Copilot+.

Dibangun menggunakan arsitektur CPU Zen 5 dan NPU berbasis AMD XDNA™ 2 generasi kedua, prosesor ini menawarkan kemampuan komputasi AI hingga 60 TOPS pada NPU.

Kemampuan tersebut melampaui persyaratan TOPS untuk PC Copilot+ dan memungkinkan pemrosesan berbagai tugas berbasis AI berjalan lebih optimal.

AMD menghadirkan sejumlah pilihan prosesor dalam keluarga Ryzen AI 400 Series, mulai dari Ryzen AI 9 HX 475, Ryzen AI 9 HX 470, Ryzen AI 9 465, Ryzen AI 7 450, Ryzen AI 7 445, Ryzen AI 5 435, hingga Ryzen AI 5 430.

Teknologi ini ditujukan untuk menjangkau kebutuhan pengguna yang beragam, mulai dari profesional, kreator konten, gamer, hingga pengguna umum.

Selain performa pemrosesan, efisiensi daya menjadi perhatian dalam pengembangan prosesor tersebut agar pengalaman komputasi tetap optimal pada perangkat laptop yang mengutamakan mobilitas.

Salah satu keunggulan lainnya adalah kemampuan pemrosesan AI secara lokal atau on-device AI. Dengan teknologi ini, sejumlah pekerjaan berbasis AI dapat dilakukan langsung melalui perangkat tanpa harus selalu terhubung ke server cloud.

Pemrosesan tersebut juga memungkinkan CPU dan GPU tetap menjalankan pekerjaan komputasi lainnya sehingga pengalaman penggunaan perangkat menjadi lebih optimal.

Ryzen AI Max+ Dukung Kebutuhan Kreator dan Gamer

Selain Ryzen AI 400 Series, AMD juga memperkenalkan tambahan portofolio Ryzen™ AI Max+ 392 dan Ryzen™ AI Max+ 388.

Kedua prosesor tersebut dirancang untuk perangkat premium, termasuk laptop ultra-tipis, workstation, dan mini-PC yang membutuhkan kemampuan komputasi AI serta grafis berkinerja tinggi.

Ryzen AI Max+ Series menggabungkan arsitektur CPU Zen 5 dengan grafis terintegrasi AMD Radeon™ 8060S dan NPU berbasis AMD XDNA generasi kedua.

Peserta media briefing AMD mencoba langsung performa laptop berbasis prosesor AMD Ryzen AI melalui sesi demonstrasi teknologi dan gaming. (SJ/Gani Kurniawan)

Kombinasi tersebut memungkinkan perangkat menangani berbagai pekerjaan berat, seperti pemrosesan model bahasa berukuran besar, rendering media beresolusi tinggi, hingga menjalankan permainan modern dengan pengaturan grafis tinggi.

Kehadiran grafis terintegrasi dengan kemampuan kelas desktop juga menjadi salah satu pendekatan AMD dalam menghadirkan performa komputasi tinggi tanpa harus mengorbankan desain perangkat yang ringkas dan portabel.

AMD turut mengumumkan dukungan perangkat lunak ROCm™ 7.2 untuk seluruh prosesor Ryzen AI 400 Series, disertai fitur bundel AI terbaru pada AMD Software: Adrenalin Edition guna mempermudah adopsi, pengembangan, dan penerapan teknologi AI.

Perangkat Berbasis Ryzen AI Hadir di Indonesia

Di pasar Indonesia, prosesor AMD Ryzen AI telah tersedia melalui berbagai lini laptop untuk kebutuhan gaming, pembuatan konten, dan produktivitas dari sejumlah mitra OEM.

Beberapa merek yang telah menghadirkan perangkat berbasis teknologi tersebut antara lain ASUS, Acer, Lenovo, GIGABYTE, HP, dan MSI.

Sementara itu, laptop yang menggunakan prosesor Ryzen AI 400 Series saat ini tersedia melalui merek ASUS, Lenovo, dan HP. Sejumlah merek lainnya juga dijadwalkan menyusul.

Melalui pengembangan teknologi tersebut, AMD berupaya menghadirkan pengalaman komputasi yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat di era digital.

Integrasi kemampuan AI dalam prosesor diharapkan tidak hanya meningkatkan performa perangkat, tetapi juga memberikan kemudahan bagi pengguna dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan, mengembangkan kreativitas, dan menjalankan aktivitas sehari-hari secara lebih produktif.*